Membuat toko online sekarang tidak harus membutuhkan kemampuan coding yang tinggi. Dengan menggunakan WordPress dan WooCommerce, siapa pun dapat membuat toko online untuk menjual berbagai macam produk melalui internet.
Toko online dapat digunakan untuk menjual produk fisik seperti pakaian, makanan, elektronik, aksesoris, dan perlengkapan rumah. Selain itu, toko online juga dapat digunakan untuk menjual produk digital seperti ebook, template, desain, software, maupun layanan tertentu.
Pada artikel ini, kita akan membahas cara membuat toko online WordPress untuk pemula secara lengkap, mulai dari persiapan hingga toko siap digunakan.
Apa Itu Toko Online WordPress?
Toko online WordPress adalah website yang dibuat menggunakan WordPress dan digunakan untuk menjual produk atau layanan melalui internet.
Untuk menambahkan fungsi e-commerce ke WordPress, salah satu solusi yang populer adalah WooCommerce.
WooCommerce dapat membantu menyediakan berbagai fungsi toko online seperti:
- Menambahkan produk.
- Mengatur harga.
- Mengatur stok.
- Keranjang belanja.
- Checkout.
- Pengelolaan pesanan.
- Pengaturan pengiriman.
- Pengaturan pajak.
- Berbagai pilihan pembayaran.
- Pengelolaan pelanggan.
Dengan sistem tersebut, WordPress yang awalnya digunakan sebagai platform website dapat dikembangkan menjadi toko online.
Keuntungan Membuat Toko Online dengan WordPress
Ada beberapa alasan mengapa WordPress cocok digunakan untuk membuat toko online.
1. Mudah Digunakan
WordPress memiliki dashboard yang cukup mudah dipahami sehingga pemula dapat mengelola website tanpa harus selalu menulis kode.
2. Banyak Pilihan Tema
Anda dapat menggunakan berbagai tema untuk mengubah tampilan toko online.
3. Bisa Dikembangkan
Fungsi toko online dapat ditambahkan menggunakan plugin dan berbagai integrasi.
4. Dapat Disesuaikan
Pemilik website dapat menyesuaikan desain, halaman, produk, menu, dan berbagai bagian lainnya.
5. Cocok untuk Berbagai Jenis Bisnis
WordPress dapat digunakan untuk toko kecil hingga website bisnis yang lebih kompleks.
Apa Saja yang Dibutuhkan?
Sebelum membuat toko online, siapkan beberapa hal berikut:
- Domain.
- Hosting.
- WordPress.
- WooCommerce.
- Produk yang akan dijual.
- Foto produk.
- Informasi harga.
- Metode pembayaran.
- Metode pengiriman jika menjual produk fisik.
- Informasi kontak bisnis.
Jika semua sudah tersedia, proses pembuatan toko online akan menjadi lebih mudah.
Cara Membuat Toko Online WordPress
Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti.
1. Tentukan Produk yang Akan Dijual
Langkah pertama adalah menentukan produk yang ingin dijual.
Contohnya:
- Pakaian.
- Sepatu.
- Tas.
- Elektronik.
- Makanan.
- Minuman.
- Aksesoris.
- Produk kecantikan.
- Peralatan rumah.
- Produk digital.
- Ebook.
- Jasa.
Sebaiknya tentukan terlebih dahulu target pelanggan agar desain dan isi toko online dapat disesuaikan.
2. Tentukan Nama Toko Online
Pilih nama toko yang mudah diingat.
Nama toko sebaiknya:
- Singkat.
- Mudah dibaca.
- Mudah diucapkan.
- Tidak membingungkan.
- Sesuai dengan produk.
- Bisa digunakan sebagai brand.
Contohnya, jika menjual perlengkapan komputer, Anda dapat membuat nama brand yang berkaitan dengan teknologi.
3. Siapkan Domain
Domain adalah alamat yang digunakan untuk mengakses website.
Contohnya:
www.tokosaya.com
Domain merupakan salah satu bagian penting karena menjadi alamat utama toko online.
Sebaiknya gunakan domain yang mudah diingat dan sesuai dengan nama bisnis.
4. Pilih Hosting
Hosting digunakan untuk menyimpan file website agar dapat diakses melalui internet.
Ketika memilih hosting untuk toko online, perhatikan beberapa hal seperti:
- Performa server.
- Kapasitas penyimpanan.
- Dukungan WordPress.
- Backup.
- Keamanan.
- SSL.
- Dukungan pelanggan.
- Kemampuan menangani trafik.
Untuk toko online yang masih baru, Anda dapat memulai dari paket hosting yang sesuai dengan kebutuhan dan kemudian melakukan upgrade ketika website berkembang.
5. Install WordPress
Setelah domain dan hosting tersedia, langkah selanjutnya adalah memasang WordPress.
Banyak layanan hosting menyediakan instalasi WordPress otomatis melalui control panel.
Secara umum prosesnya adalah:
- Login ke control panel hosting.
- Cari menu instalasi WordPress.
- Pilih domain yang akan digunakan.
- Masukkan nama website.
- Buat username administrator.
- Buat password yang kuat.
- Masukkan email administrator.
- Jalankan instalasi.
- Tunggu sampai proses selesai.
Setelah berhasil, Anda dapat masuk ke dashboard WordPress.
Biasanya halaman admin dapat diakses melalui:
https://domainanda.com/wp-admin
6. Aktifkan SSL
Pastikan toko online menggunakan HTTPS.
Contohnya:
https://tokosaya.com
bukan hanya:
http://tokosaya.com
SSL membantu mengenkripsi koneksi antara browser pengguna dan website.
Banyak hosting menyediakan sertifikat SSL sebagai bagian dari layanan hosting.
7. Install WooCommerce
Setelah WordPress selesai dipasang, langkah berikutnya adalah menginstal WooCommerce.
Masuk ke dashboard WordPress:
Plugins → Add New Plugin
Kemudian cari:
WooCommerce
Setelah menemukan plugin yang sesuai, pilih Install lalu Activate.
Setelah aktif, WooCommerce akan membantu mengatur berbagai kebutuhan dasar toko online.
8. Atur Informasi Toko
Setelah WooCommerce aktif, masukkan informasi bisnis seperti:
- Nama toko.
- Alamat bisnis.
- Negara.
- Mata uang.
- Jenis produk.
- Informasi pengiriman.
Pastikan informasi yang dimasukkan sesuai dengan bisnis Anda.
9. Pilih Tema WordPress
Tampilan toko online sangat dipengaruhi oleh tema yang digunakan.
Pilih tema yang:
- Responsif.
- Cepat.
- Mendukung WooCommerce.
- Mudah dikustomisasi.
- Memiliki desain yang sesuai dengan produk.
Untuk mengganti tema, Anda dapat membuka:
Appearance → Themes
Kemudian pilih tema yang ingin digunakan.
Jangan hanya memilih tema berdasarkan tampilannya. Perhatikan juga performa, kompatibilitas, pembaruan, dan dukungan yang tersedia.
10. Tambahkan Produk
Setelah WooCommerce selesai dikonfigurasi, Anda dapat mulai menambahkan produk.
Masuk ke:
Products → Add New
Kemudian masukkan informasi produk.
Nama Produk
Gunakan nama yang jelas.
Contoh:
Kaos Pria Cotton Premium Warna Hitam
Deskripsi Produk
Jelaskan produk secara lengkap.
Informasi dapat mencakup:
- Bahan.
- Ukuran.
- Warna.
- Berat.
- Fungsi.
- Keunggulan.
- Isi paket.
Harga
Masukkan harga produk.
Contohnya:
Rp150.000
Foto Produk
Gunakan foto yang jelas dan memiliki kualitas baik.
Sebaiknya foto produk:
- Tidak buram.
- Pencahayaan cukup.
- Memiliki background yang sesuai.
- Menampilkan produk dari beberapa sisi.
- Ukuran file tidak terlalu besar.
11. Atur Stok Produk
Jika menjual produk fisik, Anda dapat mengatur jumlah stok.
Contohnya:
Stok: 25
Ketika produk terjual, jumlah stok dapat diperbarui sesuai pengaturan WooCommerce.
Pengelolaan stok membantu mengurangi kemungkinan pelanggan memesan barang yang sebenarnya sudah habis.
12. Buat Kategori Produk
Jika memiliki banyak produk, buat kategori agar pelanggan lebih mudah menemukan barang.
Contohnya:
Pakaian
├── Kaos
├── Kemeja
└── Jaket
Aksesoris
├── Topi
├── Jam Tangan
└── Tas
Kategori yang terstruktur dapat membuat navigasi toko menjadi lebih mudah.
13. Atur Metode Pembayaran
Toko online membutuhkan metode pembayaran yang mudah digunakan pelanggan.
Pilihan pembayaran dapat berbeda tergantung negara, penyedia layanan, dan integrasi yang digunakan.
Contohnya dapat mencakup:
- Transfer bank.
- Kartu pembayaran.
- Dompet digital.
- Payment gateway.
- Pembayaran manual.
- Metode pembayaran lain yang didukung.
Sebelum mengaktifkan metode pembayaran, pastikan layanan tersebut tersedia untuk bisnis dan wilayah Anda.
14. Atur Pengiriman
Jika menjual produk fisik, pengaturan pengiriman merupakan bagian penting.
Anda perlu menentukan:
- Wilayah pengiriman.
- Biaya pengiriman.
- Metode pengiriman.
- Berat produk.
- Estimasi pengiriman.
Pastikan biaya dan ketentuan pengiriman dijelaskan kepada pelanggan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
15. Buat Halaman Penting
Toko online yang profesional sebaiknya memiliki beberapa halaman penting.
Halaman Home
Menampilkan produk unggulan dan informasi utama toko.
Halaman Shop
Menampilkan seluruh produk yang tersedia.
Halaman About
Berisi informasi tentang toko atau bisnis.
Halaman Contact
Berisi informasi kontak yang dapat digunakan pelanggan.
Halaman Cart
Menampilkan produk yang telah dimasukkan ke keranjang.
Halaman Checkout
Digunakan pelanggan untuk menyelesaikan pembelian.
Halaman My Account
Digunakan untuk fitur akun pelanggan jika diaktifkan.
Selain itu, buat halaman kebijakan yang diperlukan seperti kebijakan privasi, syarat dan ketentuan, serta kebijakan pengembalian sesuai kebutuhan bisnis dan aturan yang berlaku.
16. Buat Menu Navigasi
Menu navigasi membantu pengunjung berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.
Contoh menu:
Home | Shop | Tentang Kami | Blog | Kontak
Anda juga dapat menambahkan kategori produk ke dalam menu.
Jangan membuat menu terlalu panjang karena dapat membuat website terlihat penuh.
17. Optimasi Tampilan Mobile
Banyak pelanggan mengakses toko online menggunakan smartphone.
Oleh karena itu, pastikan website terlihat baik pada:
- Smartphone.
- Tablet.
- Laptop.
- Desktop.
Periksa beberapa bagian seperti:
- Ukuran teks.
- Tombol.
- Gambar produk.
- Menu.
- Keranjang.
- Checkout.
- Formulir.
Tombol Beli atau Add to Cart juga harus mudah ditemukan dan digunakan pada layar kecil.
18. Optimasi Kecepatan Website
Kecepatan website sangat penting untuk toko online.
Website yang lambat dapat membuat pengunjung meninggalkan halaman sebelum melakukan pembelian.
Beberapa cara yang dapat dilakukan:
- Kompres gambar.
- Gunakan tema yang ringan.
- Kurangi plugin yang tidak diperlukan.
- Gunakan caching jika sesuai.
- Optimalkan database.
- Gunakan hosting yang memadai.
- Gunakan format gambar modern jika didukung.
- Hindari terlalu banyak script yang tidak diperlukan.
19. Tambahkan Informasi Produk yang Lengkap
Jangan hanya menampilkan nama dan harga produk.
Berikan informasi yang membantu pelanggan mengambil keputusan.
Contohnya:
Nama: Kaos Cotton Premium
Harga: Rp150.000
Bahan: Cotton
Ukuran: S, M, L, XL
Warna: Hitam, Putih, Biru
Ketersediaan: Tersedia
Deskripsi: Kaos berbahan cotton yang cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Informasi yang lengkap dapat membuat pelanggan lebih mudah memahami produk.
20. Tambahkan Foto Produk yang Menarik
Foto merupakan salah satu elemen penting dalam toko online.
Gunakan beberapa foto jika memungkinkan.
Contohnya:
- Foto bagian depan.
- Foto bagian belakang.
- Foto dari samping.
- Foto detail bahan.
- Foto produk ketika digunakan.
Pastikan gambar tidak terlalu besar agar tidak membuat halaman menjadi lambat.
21. Buat Website Lebih Terpercaya
Pengunjung biasanya akan lebih percaya kepada toko yang memiliki informasi lengkap.
Tambahkan:
- Nomor kontak.
- Email bisnis.
- Alamat jika relevan.
- Informasi pengiriman.
- Kebijakan pengembalian.
- Kebijakan privasi.
- FAQ.
- Informasi pembayaran.
- Profil bisnis.
Jika memiliki media sosial bisnis, Anda juga dapat menambahkan tautan yang relevan.
22. Tambahkan Fitur Pencarian Produk
Jika toko memiliki banyak produk, fitur pencarian akan sangat membantu.
Pengunjung dapat langsung mencari produk tanpa harus membuka satu per satu kategori.
Contohnya:
Cari produk...
Fitur ini sangat berguna terutama ketika jumlah produk sudah cukup banyak.
23. Optimasi SEO Toko Online
SEO atau Search Engine Optimization dapat membantu produk dan halaman toko ditemukan melalui mesin pencari.
Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
- Gunakan judul produk yang jelas.
- Buat deskripsi produk yang informatif.
- Gunakan URL yang mudah dibaca.
- Optimalkan gambar.
- Gunakan heading dengan struktur yang baik.
- Buat artikel pendukung.
- Buat internal link.
- Pastikan website responsif.
- Tingkatkan kecepatan website.
- Gunakan sitemap.
- Hubungkan website dengan alat webmaster yang relevan.
Hindari memasukkan keyword secara berlebihan karena kualitas dan kegunaan konten tetap menjadi hal penting.
24. Buat Blog untuk Mendukung Toko Online
Selain menjual produk, Anda dapat membuat artikel yang berkaitan dengan produk.
Misalnya toko menjual laptop.
Artikel yang dapat dibuat:
- Cara memilih laptop untuk mahasiswa.
- Perbedaan SSD dan HDD.
- Tips merawat laptop.
- Cara mempercepat laptop.
- Rekomendasi spesifikasi laptop untuk pekerjaan tertentu.
Artikel seperti ini dapat membantu memberikan informasi kepada calon pelanggan sekaligus memperluas jangkauan website di mesin pencari.
25. Lakukan Pengujian Sebelum Toko Dibuka
Sebelum toko online dipublikasikan, lakukan pengujian.
Coba lakukan proses seperti pelanggan:
- Buka halaman toko.
- Cari produk.
- Buka halaman produk.
- Masukkan produk ke keranjang.
- Lanjutkan ke checkout.
- Isi informasi pelanggan.
- Pilih metode pembayaran.
- Periksa biaya pengiriman.
- Periksa total pembayaran.
- Pastikan pesanan tercatat.
Periksa juga website menggunakan smartphone dan komputer.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Toko Online
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Menggunakan Terlalu Banyak Plugin
Plugin memang dapat menambahkan fitur, tetapi terlalu banyak plugin dapat meningkatkan kompleksitas website.
Gunakan plugin yang benar-benar diperlukan.
2. Foto Produk Tidak Berkualitas
Foto yang buram atau terlalu gelap dapat membuat produk terlihat kurang menarik.
3. Deskripsi Produk Terlalu Pendek
Pelanggan membutuhkan informasi yang cukup sebelum membeli.
4. Tidak Menjelaskan Biaya Pengiriman
Sampaikan informasi pengiriman dengan jelas.
5. Tidak Menguji Checkout
Kesalahan pada checkout dapat membuat pelanggan gagal menyelesaikan pembelian.
6. Website Tidak Responsif
Pastikan toko nyaman digunakan pada smartphone.
7. Tidak Melakukan Backup
Backup penting untuk membantu mengurangi risiko kehilangan data ketika terjadi masalah pada website.
Tips Agar Toko Online Lebih Profesional
Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Gunakan nama brand yang konsisten.
- Gunakan logo yang jelas.
- Pilih tema yang sesuai dengan produk.
- Gunakan foto produk berkualitas.
- Tulis deskripsi produk yang lengkap.
- Tampilkan harga dengan jelas.
- Buat navigasi sederhana.
- Sediakan informasi kontak.
- Gunakan HTTPS.
- Pastikan checkout berfungsi.
- Optimalkan kecepatan website.
- Lakukan backup secara rutin.
- Perbarui WordPress, tema, dan plugin.
- Perhatikan keamanan akun administrator.
- Buat konten yang membantu calon pelanggan.
Apakah Membuat Toko Online WordPress Harus Bisa Coding?
Tidak harus.
WordPress dan WooCommerce memungkinkan pemula membuat toko online tanpa harus membuat seluruh sistem dari nol menggunakan kode.
Namun, pengetahuan dasar HTML, CSS, JavaScript, dan PHP tetap dapat menjadi keuntungan jika Anda ingin melakukan kustomisasi yang lebih jauh.
Jika ingin memulai, Anda dapat terlebih dahulu memahami:
- Cara menggunakan WordPress.
- Cara menginstal plugin.
- Cara mengatur tema.
- Cara menambahkan produk.
- Cara mengatur WooCommerce.
- Dasar HTML dan CSS.
Setelah memahami dasar tersebut, Anda dapat mengembangkan website secara bertahap.
Berapa Biaya Membuat Toko Online WordPress?
Biaya dapat berbeda-beda tergantung kebutuhan.
Beberapa komponen yang mungkin membutuhkan biaya adalah:
- Domain.
- Hosting.
- Tema premium jika diperlukan.
- Plugin premium jika diperlukan.
- Layanan pembayaran.
- Layanan pengiriman.
- Jasa desain atau developer jika digunakan.
Anda tidak harus membeli semua layanan premium sejak awal. Untuk toko online baru, gunakan terlebih dahulu fitur yang benar-benar dibutuhkan dan kembangkan website secara bertahap.
Kesimpulan
Cara membuat toko online WordPress dapat dilakukan oleh pemula dengan bantuan WordPress dan WooCommerce. Anda tidak harus memiliki kemampuan coding tingkat lanjut untuk membuat toko online dasar.
Langkah utamanya adalah menyiapkan domain dan hosting, memasang WordPress, menginstal WooCommerce, memilih tema, menambahkan produk, mengatur pembayaran dan pengiriman, membuat halaman penting, kemudian melakukan pengujian sebelum website digunakan.
Agar toko online dapat berkembang, jangan hanya fokus pada tampilan. Perhatikan juga kecepatan website, keamanan, SEO, kualitas foto produk, deskripsi produk, pengalaman pengguna, serta kemudahan proses checkout.
Dengan pengelolaan yang baik dan konten yang bermanfaat, WordPress dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun toko online dan mengembangkan bisnis melalui internet.
Apakah WordPress bisa digunakan untuk membuat toko online?
Ya. WordPress dapat dikembangkan menjadi toko online menggunakan WooCommerce atau solusi e-commerce lain yang sesuai.
Apakah membuat toko online WordPress harus bisa coding?
Tidak harus. Banyak pengaturan toko dapat dilakukan melalui dashboard WordPress tanpa menulis kode.
Apa plugin yang digunakan untuk membuat toko online WordPress?
WooCommerce merupakan salah satu plugin e-commerce yang dapat digunakan untuk menambahkan berbagai fungsi toko online pada WordPress.
Apakah toko online WordPress bisa digunakan di HP?
Ya. Selama tema dan desain website responsif, toko online dapat diakses melalui smartphone.
Apakah toko online membutuhkan domain dan hosting?
Untuk toko online yang ingin tersedia secara publik di internet, umumnya Anda membutuhkan domain dan hosting atau layanan hosting WordPress yang sesuai.
Apakah WordPress cocok untuk bisnis kecil?
Ya. WordPress dapat menjadi pilihan untuk bisnis kecil karena dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan skala bisnis.
Bagaimana cara mendapatkan pelanggan toko online?
Anda dapat memanfaatkan SEO, media sosial, iklan digital, email marketing, konten blog, promosi, dan berbagai strategi pemasaran lainnya sesuai target pelanggan.
Apakah toko online harus menggunakan tema premium?
Tidak harus. Anda dapat memulai menggunakan tema yang sesuai dengan kebutuhan dan melakukan upgrade jika membutuhkan fitur atau desain tambahan.
Apakah toko online harus menggunakan SSL?
Penggunaan HTTPS dan SSL sangat penting untuk keamanan koneksi website, terutama ketika website memiliki akun pelanggan dan proses checkout.
Apa yang harus dilakukan setelah toko online selesai dibuat?
Lakukan pengujian menyeluruh, periksa proses checkout, pastikan informasi produk benar, cek tampilan smartphone, optimalkan kecepatan, dan lakukan backup sebelum melakukan promosi kepada calon pelanggan.





